Wanita di Jombang Nekat Edarkan 87 Ribu Pil Koplo

Anis (30), warga Jombang nekat mengedarkan pil dobel L untuk menafkahi 4 anaknya. Dia memilih menjadi pengedar obat berbahaya sejak suaminya dipenjara karena kasus narkoba. Saat ditangkap, Anis kedapatan menyimpan 87.245 butir pil koplo senilai Rp 218 juta.

Kasatreskoba Polres Jombang AKP Moch Mukid mengatakan, Anis diringkus di rumahnya Desa Karangmojo, Kecamatan Plandaan, Jumat (17/1) sore. Saat menggeledah rumah tersangka, pihaknya menemukan barang bukti 87.245 butir pil dobel L.

Menurut Mukid, puluhan ribu pil koplo yang disita dari Anis senilai Rp 218 juta. Pasalnya, setiap butir obat terlarang itu seharga Rp 2.500.

“Pil dobel L diambil tersangka AN (Anis) secara ranjau di tepi jalan tidak jauh dari rumahnya,” kata Mukid saat jumpa pers di Mapolres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Jumat (31/1/2020).

Ia menjelaskan, Anis sudah dua bulan menjadi pengedar pil dobel L. Wanita berambut sebahu ini nekat mengedarkan obat berbahaya itu agar bisa menafkahi keempat anaknya.

Pekerjaan haram ini dia lakoni sejak suaminya mendekam di Lapas Madiun karena kasus narkoba. Anis sendiri baru kali ini diringkus polisi.

“Tersangka ini ibu rumah tangga. Motivasinya menjadi pengedar untuk kebutuhan sehari-hari karena suaminya dipenjara,” terang Mukid.

Untuk mengelabuhi polisi, Anis sengaja mengemas pil koplo dengan label Vitamin B1. Setiap bungkus plastik bening diisi tersangka dengan 1.000 butir pil dobel L.

“Kami temukan alat pres untuk mengemas pil dobel L dan label Vitamin B1, ini untuk mengelabuhi petugas,” ungkapnya.

Mukid menambahkan, puluhan ribu pil koplo akan diedarkan Anis di wilayah Jombang dan sekitarnya. Pihaknya menduga tersangka terkait dengan jaringan narkoba Lapas Madiun.

“Masih kami kembangkan. Ada salah satu napi, tapi masih kami dalami karena memakai privat number. Nanti kami kerjasama dengan Lapas Madiun untuk membongkar sindikat di atasnya,” tandasnya.

Selain Anis, Polres Jombang juga meringkus 11 tersangka kasus narkoba lainnya selama pekan terkahir Januari 2020. Dari 12 tersangka, polisi menyita barang bukti total 2,19 gram sabu, 92.603 butir pil dobel L, alat isap sabu, 9 ponsel, serta uang hasil penjualan Rp 9.725.000.

Bagikan ke media sosial :