[Video] Pegawai Honorer K2 dan Non-K2 DKI Jakarta Harus Rela Masuk Selokan

[Video] Pegawai Honorer K2 dan Non-K2 DKI Jakarta Harus Rela Masuk Selokan

Video pegawai honorer K2 dan non-K2 DKI Jakarta yang sedang berendam di selokan yang airnya kotor viral di media sosial terkait syarat perpanjangan masa kontak kerja.

Dilihat pada video Youtube, Sabtu (13/12/12), di video tampak ada lebih dari 30 pria dan wanita sedang berendam dalam sebuah saluran air, berbaris dalam dua banjar. Air tersebut tampak kotor berwarna kehitaman.

Orang-orang di dalam saluran air ini saling memijat bahu, bergantian baik yang pria maupun wanita. Mereka tampak diawasi oleh sejumlah pegawai yang mengenakan pakaian dinas PNS/ASN.

Ketika dimintai konfirmasi, Koordinator Wilayah Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) DKI Jakarta Nur Baitih membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia mengatakan peristiwa itu terjadi barusan ini di wilayah Jelambar, Jakarta Barat.

“Itu benar terjadi di Kelurahan Jelambar Jakarta Barat. Itu kejadiannya kurang lebih kemarin, Senin kalau nggak salah, antara Senin-Selasa, karena pejabatnya pakai baju dinas itu,” kata Nur saat dihubungi lewat telepon, Sabtu (14/12/2019).

Nur mengaku heran kenapa para pegawai honorer K2 dan non-K2 DKI ini sampai disuruh berendam di got yang airnya kotor. Padahal, menurutnya, peraturan baru, yakni Surat Edaran (SE) Nomor 85/SE/2019 tentang Pengadaan Penyedia Jasa Lainnya Perseorangan (PJLP), saat perpanjangan kontrak tidak ada lagi ospek lapangan/tes fisik.

“Tes di situ nggak semuanya bekerja di lapangan, ada yang staf administrasi, semuanya disama-ratakan (masuk got),” ujarnya.

Menurutnya, dalam peristiwa itu, memang ada orang yang berprofesi sebagai petugas PPSU, namun ada juga yang tidak.

Lurah Jelambar Agung Tri Atmojo saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya kejadian ini yang menurutnya berlangsung pada Selasa (10/12) lalu. Dia juga mengaku sudah diperiksa atas kasus ini.

“Kalau pemeriksaan sudah diperiksa kita semua, mulai dari lurah kemudian panitia. Begitu kejadian, begitu viral, kemudian mereka tim dari tingkat kota dan provinsi langsung turun,” ujar Agung lewat telepon.

Dia sekarang sedang menanti sanksi yang bakal dia terima terkait dengan kejadian tersebut.

Agung sendiri mengatakan dia tidak berada di lokasi saat peristiwa itu berlangsung. Dia mengetahui peristiwa itu lewat video yang dikirimkan kepadanya hingga akhirnya mendapatkan teguran.

“Kaget iya, karena kan saya nggak pernah memerintahkan gitu, justru saya melarang hal-hal seperti itu saya sudah larang,” ujarnya.

Bagikan ke media sosial :