Trump Mengamuk atas Temuan NY Times Bahwa Virus Corona Berasal dari Eropa

Trump Mengamuk atas Temuan NY Times Bahwa Virus Corona Berasal dari Eropa

Amerika Serikat saat ini benar-benar sedang berada dalam kondisi terburuk. Hal ini terjadi karena ledakan jumlah penderita Virus Corona atau COVID-19 yang semakin tidak terkendali.

Hingga hari ini tercatat Amerika telah menempati ranking pertama dalam jumlah pasien maupun jumlah yang meninggal dunia.

Berdasarkan data dari CSSE University Johns Hopkin, hingga pukul 09:00 WIB, Sabtu 12 April 2020, total sudah sebanyak 529.740 ribu penduduk terinfeksi dan 20.602 orang meninggal dunia di Amerika Serikat.

Tangkapan layar berita dari New York Times.

Namun sayangnya di tengah situasi genting ini Presiden Donald Trump malah sibuk mengurusi isu-isu tak penting yang tidak seharusnya ditanggapi dengan serius. Salah satunya ialah isu tentang asal muasal virus corona yang telah meluluh-lantahkan negeri Paman Sam.

Isu itu tentang hasil penelitian sejumlah ahli di Amerika yang mengungkap bahwa virus corona yang menyerang negeri Amerika bukan berasal dari China. Melainkan dari Eropa.

Trump mengamuk ketika salah satu media terkenal di Amerika (New York Times) mengangkat masalah itu dalam berita utamanya. Dirinya menuduh media itu telah menyebarkan berita bohong.

Peneliti Adeline Danneels (kiri), dan Sandrine Belouzard (virologis), bekerja di Pasteur Institute of Lille, organisasi Eropa pertama yang berhasil mengurutkan genom coronavirus.

Bahkan, Trump sampai menghina media itu dengan menyebut mereka sebagai anjing yang telah diusir dari China.

“Jadi sekarang Berita Palsu @nytimes menelusuri asal-usul Corona Virus kembali ke Eropa, BUKAN Cina. Ini yang pertama! Saya ingin tahu apa yang didapat dari kegagalan New York Times untuk yang ini? Apakah ada sumber nama? Mereka baru-baru ini diusir dari Cina seperti anjing, dan jelas ingin kembali. Sedih!” tulis Trump di Twitternya.

Memang isu itu bagi seorang Trump adalah sesuatu yang sensitif, sebab dirinya lah yang membuat suhu politik Amerika dan China memanas setelah melontarkan pernyataan rasis tentang corona terhadap China. Dan Trump juga mengaku memiliki informasi dari intelijennya tentang corona dari China.

Bagikan ke media sosial :