Tanjungpinang Antisipasi Virus Corona 7 Warga Dikarantina

Tanjung Pinang Antisipasi Virus Corona 6 Warga Dikarantina

Enam warga negara Indonesia (WNI) suspek virus corona dari Singapura yang masuk ke Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) melalui Batam dikarantina dalam satu rumah di KM 7, Kelurahan Melayu, Kota Piring, Kota Tanjungpinang, hingga tanggal 13 Februari mendatang.

Masing-masing berinisial SS, M, CW, W, D dan JKX.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang Rustam menyatakan, penemuan enam warga suspek virus corona dari Singapura itu berdasarkan notifikasi G to G antara pemerintah Singapura dan Indonesia dalam upaya pengendalian penyebaran infeksi virus corona.

Hasil investigasi atau observasi terhadap suspek virus corona yang dilakukan Dinas Kesehatan, Karantina Kesehatan Tanjungpinang dan Batam serta Bibdokes dari Polda Kepri, menunjukkan hasil negatif.

Rustam menyebutkan, pada 24 Desember 2019 lalu mereka melakukan perjalanan ke Singapura melalui pelabuhan Sri Bintan Pura. Mereka kemudian menginap di rumah keponakan.

Kemudian pada 26 Desember, Suspek SS dan M berangkat ke Korea Selatan melalui bandara Malaysia selama 11 hari.

“4 Januari, CW, W, D dan JKX melakukan perjalanan dari Singapura ke Batam, kemudian mereka pulang ke Tanjungpinang menggunakan pelabuhan Roro Tanjung Uban,” sebutnya.

Lanjutnya, sementara SS dan M pada 6 Januari kembali dari Korea ke Malaysia kemudian lanjut ke Singapura dan menginap di rumah keponakan. Pada 7 Januari mereka kembali ke Tanjungpinang.

Lalu pada 26 Januari mereka berangkat ke Singapura melalui Tanjungpinang dan menuju bandara Singapura, kemudian berangkat ke Malaysia.

“Kemudian mereka pulang ke Tanjungpinang pada 30 Januari 2020 setelah melakukan perjalanan,” jelasnya.

Rustam menyebutkan, saat ini jumlah warga yang diobservasi sebanyak tujuh orang dengan rincian lima orang dewasa dan dua anak balita.

Warga tersebut tidak melakukan perjalanan di wilayah terjangkit Virus. Hanya melakukan perjalanan ke Malaysia dan Singapura.

“Ada satu orang yang tidak ikut perjalanan namun tinggal dalam satu rumah,” sebutnya.

Lanjutnya, seluruh anggota keluarga yang diobservasi tidak menunjukkan gejala demam, flu, sesak nafas, batuk-batuk maupun keluhan kesehatan lainnya, atau bisa dikatakan seluruh anggota keluarga dalam keadaan sehat walafiat.

Saat ini pihak keluarga menjalani karantina dalam satu rumah beserta seluruh anggota keluarga, serta pemeriksaan kesehatan dilakukan dua kali dalam sehari.

“Kondisi keluarga seluruhnya sehat, masa observasi akan berakhir pada tanggal 13 Februari 2020 mendatang,” ujarnya.

Rustam mengimbau agar masyarakat Kota Tanjungpinang tidak panik dan resah, serta beraktifitaslah seperti biasa karena tidak ada penderita virus corona yang terdeteksi di Natuna.

Saran untuk menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan, selalu cuci tangan pakai sabun, selalu menjalankan etika saat batuk, yakni batuk ditutup dengan saputangan atau tangan.

“Seluruh kebutuhan harian keluarga yang suspek dibantu oleh tim kesehatan,” pungkasnya.

Update 11 Februari 2020 Perkembangan Virus Corona

Sampai dengan hari ini 11 Februari 2020 telah tercatat sebanyak 43.101 kasus infeksi virus Corona, dengan angka kematian mencapai 1.018 jiwa. Angka kematian perhari menunjukkan angka +108 orang dengan tingkat fatality 2% berdasarkan persentase total infeksi. Sedangkan yang sudah berhasil sembuh mencapai 4.043 orang

Baca juga berita terkait sebelumnya:

Bayi Malaysia Berhasil Sembuh Dari Virus Corona, Simak Caranya

 

Bagikan ke media sosial :