Seluruh Daerah China Terpapar Virus Corona, 170 Korban Meninggal

170 orang meninggal Virus Corona
WHO memperingatkan penyebaran virus corona menyimpan potensi wabah yang jauh lebih besar.

Jumlah korban meninggal dunia akibat virus corona telah mencapai 170 orang pada hari ini 31 Januari 2020. Dengan munculnya kasus di Tibet, virus itu dipastikan telah menyebar ke semua wilayah di daratan China.

Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan terdapat 7.711 kasus virus corona di wilayah China per 29 Januari 2020.

Kasus akibat virus tersebut juga telah menyebar ke 16 negara lain.

WHO akan menggelar pertemuan pada Kamis depan untuk membahas apakah akan menetapkan kasus ini sebagai darurat kesehatan dunia atau tidak.

“Dalam beberapa hari terakhir, perkembangan virus, terutama di beberapa negara, terutama penularan antar-manusia, mengkhawatirkan kami,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, merujuk Jerman, Vietnam, dan Jepang.

“Meskipun angka di luar China masih relatif kecil, angka-angka itu menyimpan potensi wabah yang jauh lebih besar,” lanjutnya.

"Seluruh dunia harus waspada" untuk melawan virus corona, kata kepala Program Kedaruratan Kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia, WHO.

Dr Mike Ryan, kata kepala Program Kedaruratan Kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia, WHO memuji respons pemerintah China terhadap wabah mematikan, dengan mengatakan:

“Tantangannya besar, tetapi responsnya sangat masif.”

Kota Wuhan di China merupakan pusat penyebaran virus mematikan tersebut.

Tetapi virus ini juga telah menyebar ke seluruh China dan setidaknya ke 16 negara, termasuk Thailand, Prancis, AS, dan Australia.

"Kami berada di titik penting dalam kejadian ini. Kami percaya rantai penularan ini masih dapat diputus," kata WHO.

Tidak ada obat atau vaksin khusus, namun sejumlah orang telah pulih setelah perawatan.

Lebih lanjut Ryan menyatakan tim ahli internasional sedang berkumpul untuk pergi ke China dan bekerja dengan para ahli di sana untuk mempelajari lebih jauh tentang bagaimana penyakit ini ditularkan.

“Kami berada di titik penting dalam kejadian ini. Kami percaya rantai penularan ini masih dapat diputus,” katanya.

Para ilmuwan di Australia telah berhasil membuat ulang virus corona baru di luar China, yang meningkatkan harapan bahwa terobosan ini dapat digunakan untuk mengembangkan tes diagnosa dini.

Mike Ryan memuji respons China terhadap wabah mematikan, dengan mengatakan: "Tantangannya besar, tetapi responsnya sangat masif."

Direktur jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang mengunjungi China pekan ini, mengatakan kebanyakan orang yang tertular virus itu menunjukkan ‘gejala yang lebih ringan’, tetapi sekitar 20% mengalami efek yang parah seperti pneumonia dan gagal pernapasan.

Dia mengatakan China ‘membutuhkan solidaritas dan dukungan dunia,’ dan bahwa ‘dunia perlu bersatu untuk mengakhiri wabah, sekaligus belajar dari wabah yang terjadi di masa lalu.’

Dia menambahkan WHO ‘sangat menyesal’ atas beberapa laporan mereka yang sebelumnya menyebut bahwa risiko penyebaran virus corona di seluruh dunia cuma masalah ‘moderat’, dan bukannya ‘tinggi’.

Dia lantas menggambarkan penyebaran virus dari orang-ke-orang di Jerman, Vietnam, dan Jepang sebagai hal yang cukup mengkhawatirkan, serta mengatakan para ahli akan mempertimbangkannya pada Kamis apakah akan mengumumkan keadaan darurat global.

Baca juga berita terkait sebelumnya:

Malaysia Usir 14 WNA Asal Wuhan Setiba di Bandara Kuala Lumpur

Bagikan ke media sosial :