Polisi Turun Tangan Atasi Ormas FPI yang Tutup Paksa Warung Kopi Batang Kuis

Polisi Turun Tangan Atasi Ormas FPI yang Tutup Paksa Warung Kopi Batang Kuis
Polresta Deli Serdang Mediasikan permasalahan antara FPI dan pemilik warung kopi di Batang Kuis.

Permasalahan pihak FPI dengan pemilik warung kopi terjadi disebabkan adanya penutupan secara paksa yang di lakukan oleh Ormas FPI cabang Batang Kuis sebanyak 8 orang yang tiba-tiba mendatangi warung kopi yang diduga menyediakan minuman tuak.

Dengan alasan bulan suci ramadhan pihak FPI menutup secara paksa warung kopi milik R Manullang, yang menyebabkan terjadinya pengrusakan 4 buah kursi oleh pihak FPI cabang Batang Kuis.

Karena merasa keberatan pemilik warung kopi melakukan perlawanan dan terjadilah keributan karena salah paham. R manullang mengatakan pihaknya tidak menjual tuak tetapi itu milik para sopir yang membawa tuak dari luar dan diminum di warungnya.

Mengetahui hal ini Kapolresta Deli Serdang diwakilkan oleh Kapolsek Batang Kuis langsung turun ke lapangan memanggil kedua belah pihak serta melakukan mediasi di Polsek Batang Kuis.

Hasil dari mediasi yang dilakukan, Kapolsek Batang Kuis meminta pihak warung kopi berjanji tidak akan menjual tuak lagi dan tidak mengizinkan sopir-sopir minum tuak di warungnya. Dan untuk pihak FPl agar tidak lagi melakukan kegiatan main hakim sendiri tanpa koordinasi dengan pihak kepolisian ataupun kepala desa setempat.

Saat di konfirmasi Kapolresta Deli Serdang menjelaskan jalannya mediasi tersebut.

“Mediasi akan terus kita lakukan antar kedua belah pihak agar tidak saling salah paham. Selain itu kita juga meminta kepada para penjual makanan ataupun minuman agar tidak menjual minuman tuak ataupun minuman beralkohol apalagi saat ini sedang bulan puasa”.

“Dan untuk pihak FPI juga jangan bertindak yg mengakibatkan kerugian bagi orang lain, mari saling menjaga lingkungan kita tetap kondusif “, ucap Kombes Pol. yemi mandagi

Orang nomor satu di Polresta Deli Serdang juga menghimbau kepada pihak FPI di wilayah Deli Serdang agar jangan melakukan kegiatan main hakim sendiri seperti pembubaran dan penutupan warung-warung tanpa ada koordinasi dari pihak kepolisian.

“Saya juga menghimbau kepada pihak FPI agar tidak lagi melakukan penutupan secara paksa tanpa adanya koordinasi dengan pihak kepolisian dan kepala desa karena di anggap melanggar hukum. Silahkan di laporkan ke bhabinkamtibmas dan kades apabila menemukan hal yg tidak wajar. Pasti akan kita respon dan tindak-lanjuti untuk menghindari keributan seperti ini lagi”, tutup Kombes Yemi mandagi

Bagikan ke media sosial :