Polda Metro Jaya Selidiki Kafe Remang-remang Lain di Jakut

Polda Metro Jaya telah menggerebek kafe remang-remang yang bernama ‘Cafe Khayangan’ di Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara menjajakan pelayanan seks ABG. Polisi hingga kini masih menyelidiki kafe-kafe yang serupa ada di Jakarta Utara.

“Memang betul di satu sisi kasus tentang eksploitasi anak diselidiki tim Polda Metro Jaya, selain ada tim yang menyasar apakah kemungkinan masih ada praktik-praktik kafe-kafe seperti ini daerah sekitar situ,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Jumat (24/1/2020).

Yusri mengatakan sejauh ini belum ada indikasi kafe-kafe yang serupa lainnya yang menjajakan pelayanan seks ABG di sekitar daerah Rawa Bebek. Namun pihaknya masih terus menyelidiki dan mencari kafe-kafe yang melanggar.

“Indikasi masih kita dalami, kan ini kan baru satu case yang kita inikan, apakah memang ada indikasi keterkaitan dengan yang lain ini belum ada, masih kita dalami semuanya,” ucap Yusri.

Yusri mengatakan Cafe Khayangan merupakan pecahan dari Kalijodo. Saat Kalijodo dibongkar oleh Pemprov DKI Jakarta, para tersangka mendirikan Cafe Khayangan dan menjual PSK-PSK yang masih di bawah umur.

“Memang kafe ini kan kafe pindahan dari Kalijodo yang kemudian mendapat dari kementerian daerah untuk dibersihkan dan pindah ke Rawa Bebek situ,” kata Yusri.

Seperti diketahui, polisi telah menangkap 6 pelaku yang terdiri dari mami hingga pencari anak-anak di bawah umur untuk dipekerjakan melayani laki-laki hidung belang di Cafe Khayangan Jakarta Utara. Sebanyak 10 anak-anak di bawah umur menjadi korban dari para pelaku.

Polisi mengatakan omzet kafe itu dalam satu bulan mencapai Rp 2 miliar. Hal itu didapat karena 1 PSK diwajibkan melayani 10 orang laki-laki dalam sehari.

Bayaran yang diterima PSK itu saat melayani 1 tamu hanya Rp 60 ribu. Saat ini, para tersangka sudah ditahan di Polda Metro Jaya dan polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

Bagikan ke media sosial :