Pencuri Alat Musik Gereja dan Kotak Amal Masjid di Pekanbaru, Ditembak Polisi

Pekanbaru – Unit Reskrim Polsek Rumbai di Kota Pekanbaru, Riau, berhasil menangkap dua pencuri yang mencuri dirumah ibadah di Riau. Para pelaku mencoba melawan saat hendak ditangkap, dan kedua pelaku ditembak oleh polisi.

Kedua pelaku, Rahmad (30) dan Riski (25) yang mencuri alat musik di gereja dan kotak amal. Dimasjid wilayah Kecamatan Rumbai, Pekanbaru.

Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Ipda Budhia Adindha menjelaskan, Rahmad tertangkap di rumah orangtuanya Jalan Yos Sudarso. Sedangkan Riski tertangkap di warnet Jalan Sembilang, Kecamatan Rumbai Pesisir, Jumat (27/12/2019).

“Kedua tersangka terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur karena melawan tim Opsnal Polsek Rumbai,” ucap Budhia dalam keterangan tertulis, Minggu (29/12/2019).

Dijelaskan Budhia, penangkapan kedua tersangka berawal dari laporan penjaga gereja ke Polsek Rumbai terkaitnya pencurian. Saat itu, pelaku membawa kabur alat musik berupa 1 unit keyboard merek Yamaha. 2 unit amplifier, dan 1 unit mic wireless Kenwood.

Pelaku membobol kunci gembok gereja, Kerugian ditaksir Rp 17.500.000. Atas laporan tersebut, polisi pun melakukan penyelidikan. Lebih kurang dari enam jam setelah kejadian, petugas polisi behasil meringkus Rahmad dan Riski.

Setelah interogasi, kedua pelaku juga mengakui telah mencuri kotak amal di dua masjid wilayah Kecamatan Rumbai. Aksi yang pertama, kedua pelaku mencuri satu kotak amal di Masjid Babussalam yang berisikan uang Rp 700.000.

Kemudian aksi yang kedua, pelaku mencuri tiga kotak amal di Masjid Taufik Wal Hidayah, yang berisikan uang Rp 2 juta. Selain mencuri di rumah ibadah, kedua pelaku juga mencuri satu unit sepeda motor di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Rumbai.

“Jadi kedua pelaku mengakui sudah empat kali melakukan aksi kejahatan. Namun, pengakuan pelaku masih didalami,” ucap Budhia.

Barang bukti yang disita dari kedua pelaku. Berupa 1 unit keyboard merek Yamaha. 2 unit amplifier dan 1 unit wireless Kenwood. 1 gunting seng, 1 mata bor besi, 1 buah kampak, 1 kunci pas 21. 1 scraf dan kepala gas untuk membuka gembok. 1 unit sepeda motor dan 1 kunci letter T, dan 3 kotak amal.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara.

Bagikan ke media sosial :