Pemerkosa Adik Angkat di Sukabumi Divonis 7,5 Tahun Penjara

Seorang bocah yang memperkosa adik angkatnya sendiri di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, telah divonis 7 tahun 6 bulan penjara. Selain itu, pelaku atau terdakwa yang berusia 16 tahun itu, diwajibkan mengikuti pelatihan kerja selama 10 bulan.

Putusan itu telah dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai oleh Susi Pangaribuan dan dua hakim anggota Tri Handayani dan Parulian Manik. Mendengar putusan tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi belum menentukan atas sikap putusan dan meminta waktu untuk berpikir selama tujuh hari.

Sidang digelar tertutup di ruang sidang anak Pengadilan Negeri (PN) Kota Sukabumi, Hari Selasa (29/10/2019). Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi Widarto Adi Nugroho menjelaskan dalam fakta persidangan terdakwa terbukti melakukan pencabulan terhadap korban inisial NP, bocah perempuan yang berusia lima tahun.

“Hakim memvonis RG, dengan 7,5 tahun penjara ditambah pelatihan kerja selama sepuluh bulan, dan terdakwa menerima. Tetapi, belum memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah karena JPU (jaksa penuntut umum) meminta untuk pikir-pikir,” kata Widarto.

Sikap JPU atas keputusan majelis hakim ini karena terdapat perbedaan pengenaan pasal. Namun begitu, pasal yang diyakini hakim masih akumulatif.

“Yang pasti, kami mengambil sikap atas putusan pikir-pikir selama tujuh hari. Nanti kami bahas bersama JPU,” kata Widarto.

Adapun pasal yang dikenakan, yakni pertama Pasal 81 ayat 3 jo Pasal 76d UU RI 17/2016 tentang penetapan Perppu RI 1/2016 tentang perubahan kedua UU RI 23/2002 tentang Perlindungan Anak jo UU RI 11/2012 tentang Sistem Peradilan Anak. Kemudian, Pasal 80 ayat 1 jo 75C UU RI 35/2014 tentang perubahan kedua atas UU RI 23/2002 2002 tentang Perlindungan Anak jo UU RI 11/2012 tentang Sistem Peradilan Anak.

“Tuntutan dari JPU terhadap terdakwa adalah 9,6 tahun kurungan, adapun untuk adiknya yang berusia 14 tahun baru diputuskan Rabu (30/10/2019) besok. Sementara putusan untuk SR yang tidak lain adalah ibu kedua pelaku masih dalam tahap kelengkapan berkas perkara,” ucap Widarto.

Sumber : Detik News

Bagikan ke media sosial :