Pabrik Sepatu Adidas di Tangerang PHK 2500 Pekerja

Pabrik Sepatu Adidas di Tangerang PHK 2500 Pekerja

Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menyatakan PT Shyang Yao Fung, salah satu pabrik sepatu Adidas di Kota Tangerang, Banten, akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Perusahaan beralasan keputusan PHK karena rencana relokasi pabrik sepatu ini ke Brebes, Jawa Tengah.

Sebelumnya, video PHK massal yang dilakukan oleh manajemen Shyang Yao Fung sempat tending di media sosial.

Video tersebut menayangkan sejumlah karyawan yang sedang diberitahu bahwa akan terjadi PHK besar-besaran yang diunggah oleh pemilik akun Instagram @lambe_turah dan mendapatkan lebih dari 2,6 juta view.

Direktur Eksekutif Aprisindo Firman Bakri menyatakan sudah melakukan komunikasi dengan pihak manajemen Shyang Yao Fung terkait PHK massal tersebut. Berdasarkan info yang ia terima, jumlah karyawan yang terkena PHK mencapai sekitar 2.500 orang.

“PHK akan dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap 13 Mei 2020 dan 20 Mei 2020,” ucap Firman, Kamis (30/4).

Firman menyebut jumlah karyawan yang akan terkena PHK tahap awal sebanyak 1.800 orang. Sementara, sisa karyawannya terkena PHK pada 20 Mei 2020.

“Saya kurang tahu jumlah (karyawan Shyang Yao Fung). Kalau lihat prosesnya memang PHK semua karyawan,” imbuh Firman.

Lebih lanjut ia menjelaskan Shyang Yao Fung memutuskan untuk memindahkan pabriknya ke Brebes karena menganggap UMK kabupaten/kota di Banten terlalu tinggi. Akibatnya, perusahaan menjadi tidak kompetitif terhadap brand lain.

“Sejak tahun lalu, mereka sudah menyiapkan rencana relokasi pabrik ke Brebes. Rencananya kapasitas pabrik di Brebes akan jauh lebih besar dari kapasitas yang ada saat ini di Banten,” jelas Firman.

Ia menambahkan manajemen Shyang Yao Fung akanΒ  membayar gaji serta tunjangan seluruh karyawan yang terkena PHK sesuai ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Info yang kami dapat sesuai aturan ketenagakerjaan, apalagi mereka melakukan realokasi bukan pailit,” ucap Firman.

Sementara itu, pihak media sudah mencoba melakukan konfirmasi kepada manajemen dengan menghubungi nomor telepon kantor, namun nomor tersebut tak bisa dihubungi.

Bagikan ke media sosial :