Oknum Polisi Ikut Terjaring Saat Penggerebekan di Kampung Narkoba

Oknum Polisi Ikut Terjaring Saat Penggerebekan di Kampung Narkoba

Ironi dibalik penggerebekan lokasi diduga kampung narkoba di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) adalah, salah satu yang diamankan adalah oknum polisi.

Penggerebekan itu dilakukan di Jalan Sei Mencirim, Desa Sei Mencirim, Kutalimbaru, Deli Serdang, pada hari Rabu (27/5) pagi. Ada tujuh tersangka yang diamankan terkait penggerebekan itu.

“Awalnya ada enam orang yang diamankan terkait narkoba. Satu di antaranya oknum polisi, kemudian dikembangkan. Petugas mengamankan satu orang lagi beserta barang bukti satu senjata api rakitan berikut tiga butir peluru,” kata Kanit Reskrim Polsek Kutalimbaru, Iptu Rudi Sitohang, saat dimintai konfirmasi, Jumat (29/5/2020).

Enam orang yang diamankan lebih dulu adalah S, R, B, SU, DA dan oknum polisi berinisial DI. Setelah itu petugas melakukan interogasi terhadap S.

Dari S, polisi mendapat informasi soal sabu YANG diperoleh dari pria berinisial BA. Polisi kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap BA.

Dari tangan BA, petugas menyita sejumlah barang bukti, antara lain sabu, ekstasi, senjata api rakitan beserta tiga butir peluru.

“Saat digeledah terhadap BA, ditemukan satu senpi rakitan yang terbuat dari besi bergagang kayu berisi tiga butir peluru asli,” sebut Rudi.

Berdasarkan kesaksian BA, senpi tersebut dibeli dari seseorang di Jalan Binjai KM 18 seharga Rp 1 juta pada 22 Mei 2020.

“Senjata apinya kadang disimpan dan dibawa. Namun, saat ditangkap, senpi berada di dalam tas kain bersama sabu dan pil ekstasi digantung di tempat duduk mobil miliknya,” ujar Rudi.

Polisi kemudian mengadakan tes urine terhadap para tersangka, termasuk DI yang merupakan oknum polisi. Hasilnya, DI dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba.

“Hasil tes urine positif (narkoba),” kata Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko.

Riko menyebut pihaknya akan memproses semua tersangka termasuk oknum polisi tersebut. Saat ini oknum polisi itu sudah ditahan di Polsek Kutalimbaru.

“Semua kami proses, termasuk anggota. Kami utamakan proses pidananya dulu,” sebut Riko.

Bagikan ke media sosial :