Narapidana Gantung Diri di Lapas Setelah Terima Surat Cerai

Narapidana Gantung Diri

AG berusia 42 tahun, seorang narapidana lapas kelas II B Kabupaten Batanghari Jambi nekat gantung diri mengakhiri hidupnya setelah menerima surat cerai istri.

Menuut informasi dihimpun wartawan, napi lapas tersebut ditemukan tewas tergantung di teralis kamar mandi pada Selasa, 14 Desember 2019 sekitar jam 04.30 WIB.

Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Narapidan dan Kegiatan Kerja, Budi Sutiyo membenarkan peristiwa tersebut.

Korban awalnya ditemukan oleh rekannya yang saat itu hendak ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.

“Korban ditemukan rekannya sendiri tergantung pakai kain sarung di teralis kamar mandi dan korban merupakan warga Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi,” ujarnya.

Dikatakan Budi, saat mengetahui napi tergantung, para narapidana kelas II B langsung gempar dan Budi langsung mengabarkan ke regu jaga lapas. Kemudian pihak pegawai lapas langsung ke tempat kejadian.

“Setelah melakukan koordinasi dengan KPLP langsung datang ke lokasi kejadian setelah itu pihak beserta pihak penyidik Kepolisian,” katanya.

Budi menyebutkan, pegawai setempat juga berkoordinasi dengan kepala lapas supaya korban divisum di rumah sakit

“Pukul 07.00 WIB korban langsung divisum ke RSUD Hamba Bulian Jambi,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan visum, korban murni bunuh diri sedangkan hasilnya sudah diserahkan kepada pihak Kepolisian

“Korban murni bunuh diri dan tidak ada tanda kekerasan di sekujur korban,” kata dia.

Sementara itu, untuk faktor menyebabkan korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri adalah shock setelah terima surat cerai istrinya.

“Sebelum korban menerima surat cerai korban baik-baik saja dan di dalam lapas tidak mempunyai riwayat penyakit namun setelah terima surat cerai, korban mulai berubah yang kebanyakan menghayal. Sedangkan untuk faktor lain kita tidak tahu,” katanya.

Bagikan ke media sosial :