Provokator Hari Buruh di Halmahera Adalah Eks Karyawan yang Kena PHK

"May Day" Provokator Anarkis di Halmahera Tengah Dilakukan Eks Karyawan yang Kena PHK

Polres Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara mengamankan 11 orang dalam aksi buruh di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang berakhir ricuh di Hari Buruh atau May Day, Jumat (1/5/2020).

Kapolres Halmahera Tengah, AKBP Nico Setiawan ketika dikonfirmasi oleh wartawan via telepon menjelaskan, mereka yang diamankan tadi diantaranya diduga sebagai provokator dan yang lainnya terduga pelaku penjarahan.

”Ada 11 orang yang diamankan, sebagai provokator, sedangkan yang lain ditangkap karena melakukan pengrusakan dan penjarahan dan mereka saat ini dilakukan pemeriksaan untuk proses hukum,” tutur Kapolres.

“Terduga provokator lainnya masih kita cari,” kata Kapolres lagi.

Kapolres menjelaskan, aksi tadi dilakukan sekelompok orang yang memanfaatkan hari buruh, namun dalam pelaksanaannya berlaku anarkis. Sekelompok orang yang memanfaatkan aksi itu diduga eks karyawan PT IWIP yang di-PHK dan sekelompk mahasiswa.

Tadi juga kata Kapolres Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Rikwanto bersama sejumlah pejabat polda turun langsung ke IWIP dan melakukan dialog dengan pihak PT IWIP serta Pemda Halmahera Tengah.

Lanjut Kapolres, aksi yang sesungguhnya di May Day tadi yaitu dari Serikat Pekerja dengan menggelar doa bersama yang akan digelar pukul 11.00 WIT, namun karena aksi anarkis tadi sehingga aksi serikat pekerja batal dilaksanakan.

“Aksi ini tidak ada ijin, yang aksi sesungguhnya yaitu dari serikat pekerja berupa doa bersama yang akan dilaksanakan jam 11 tadi dan itu batal karena aksi ini,” imbuh Kapolres.

Warung dibakar, fasilitas perusahaan dirusak

Sampai saat ini katanya situasi di PT IWIP sudah kondusif, dan disana disiagakan 1 peleton dari Polres Halmahera Tengah, 1 kompi Brimob Polda Malut dan 40 personil dari Kodim.

Sementara itu, aksi saat May Day dilakukan dengan mengatasnamakan Forum Perjuangan Buruh Halteng (FPBH), Kabupaten Halmahera Tengah.

Saat aksi berlangsung, massa melakukan pembakaran warung makan dan perusakan fasilitas kantor dan alat berat milik perusahaan.

Sejumlah kendaraan roda dua, roda tiga hingga alat berat mengalami kerusakan, kaca depan dan samping pecah akibat terkena lemparan benda.

Bagikan ke media sosial :