Jokowi Ultimatum Tindak Tegas Warga yang Tolak Renovasi Gereja di Karimun

Jokowi Ultimatum Tindak Tegas Warga yang Tolak Renovasi Gereja di Karimun

Presiden Joko Widodo menyoroti penolakan renovasi pembangunan Gereja Paroki Santo Joseph di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, yang ditolak oleh sekelompok warga. Jokowi menegaskan, bahwa negara Indonesia menjamin kebebasan umat beragama.

“Ini masalah intoleransi, saya kira sudah berkali kali saya sampaikan bahwa konstitusi kita menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadat seusai kepercayaannya. Jelas konstitusi kita berikan payung kepada seluruh rakyat,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/2).

Kepala negara pun sudah memerintahkan Menkopolhukam Mahfud MD dan Kapolri Jenderal Idham Azis untuk menjamin terlaksananya kebebasan beribadah dan menindak tegas kelompok masyarakat yang mencoba mengganggu ketenteraman umat beragama.

“Sesuai dengan jaminan konstitusi yang saya sampaikan. jangan sampai intoleransi itu ada,” tegas Jokowi.

Dia menambahkan, bahwa harusnya pemerintah daerah bisa menyelesaikan masalah tersebut. Tetapi, Jokowi melihat tidak ada langkah yang diambil untuk menyelesaikan konflik Karimun.

“Saya perintahkan Menkopolhukam dan Kapolri tegas ini harus diselesaikan. Baik yang berkaitan dengan gereja di Karimun Tanjung Balai, atau masjid yang ada di Minahasa Utara. Harus dirampungkan karena jadi preseden yang tidak baik dan bisa menjalar ke daerah lain,” tutupnya.

Pembangunan bangunan baru Gereja Paroki Santo Joseph di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, terpaksa dihentikan baru-baru ini karena penerbitan izin mendirikan bangunannya digugat oleh sekelompok warga. Nasib kelanjutan pembangunannya baru bisa diputuskan setelah ada putusan dari pengadilan daerah. Warga setempat juga sempat memaksa gereja tersebut direlokasi dan dijadikan cagar budaya.

Bagikan ke media sosial :