Istri di Aceh Meracuni Anaknya dengan Racun Babi, Sebelum Bunuh Diri

Polisi mengungkap kasus seorang ibu muda di Aceh Tengah bunuh anak kandungnya yang masih berusia satu tahun kemudian melakukan bunuh diri dengan meminum racun.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Hairajadi melalui Kasat Reskrim Iptu Agus Riwayanto Diputra Sik MH menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Kamis (28/11) di dua yang tempat terpisah.

Pelaku bunuh diri N (30) yang ditemukan di Kampung Atu Gogop, Kecamatan Kute Panang, Aceh Tengah. Lokasi itu diketahui adalah alamat rumah suaminya yang tinggal bersama istri pertama, sedangkan N merupakan istri kedua.

Kemudian anaknya Y (1) sebagai korban pembunuhan oleh N yang ditemukan di rumah N di Kampung Segene Balik, Kecamatan Kute Panang, Aceh Tengah.

Sementara polisi dalam kasus ini awalnya hanya menerima laporan dari warga terkait adanya peristiwa kebakaran mobil dalam gudang di Kampung Atu Gogop dan kemudian diketahui mobil tersebut adalah milik suami N.

“Kita memang awalnya tidak menduga disitu akan kita temukan mayat, karena laporan awalnya adalah terkait kebakaran,” ujar Iptu Agus.

“Saat olah TKP disitu kita temukan pertama kali sepasang sendal, lalu kita konfirmasi pemilik mobil yang kebakaran, dia mengenali bahwasanya itu adalah milik dari istri keduanya N. Lalu kita menyisir seputaran TKP, berjarak 15 meter kita temukan mayat, disitu kita juga temukan satu buah botol minuman dan mancis untuk membakar,” ucapnya lagi.

Setelah menemukan mayat N yang ada di lokasi kebakaran, polisi kemudian mendapat informasi bahwa N memiliki seorang anak yang masih bayi. Mengetahui itu polisi langsung mencari tahu keberadaan anak tersebut.

“Kita menghubungi reje untuk mengecek rumahnya di Kampung Segene Balik. Awalnya dilihat ternyata masih ada anaknya disana. Lalu kita cek kesana, nah saat itu memang kita lihat sudah meninggal dunia mulutnya mengeluarkan busa, sama dengan si pelaku N juga ada mengeluarkan busa dari mulutnya akibat racun,” tutur Agus.

Selain itu kata Agus polisi juga menemukan barang bukti berupa bungkusan racun babi di dapur rumah N. Juga botol susu bayi dengan sisa bekas racun babi di dalamnya.

“Kita duga keras ini adalah racun babi,” kata Agus.

Sementara dalam hal ini dokter juga memastikan bahwa bayinya lebih dulu meninggal dunia dari ibunya sebelum N melakukan bunuh diri.

“Hasil interogasi dengan dokter visum RS Datu Beru mengatakan korban meninggal sudah lebih 8 jam, lebih dulu meninggal dari N,” kata Agus.

Agus mengatakan bahwa tidak ada ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau bekas kekerasan pada jasad bayi itu berdasarkan hasil visum. Dokter hanya memastikan waktu kematian bayi sudah lebih lama dari kematian ibunya karena sudah terdapat lebam mayat pada jasad bayi saat ditemukan.

“Sedangkan pada mayat N baru terjadi proses kaku mayat. Jadi lebih dahulu meninggal bayinya,” kata Agus.

Motif Pelaku

Motif pelaku karena kemarahan setelah cek cok rumah tangga dengan suaminya sendiri S. Diketahui pula N sejak awal memang sudah mengancam suaminya akan bunuh diri.

Dia juga sempat mengancam akan mati bersama anaknya yang masih berusia 1 tahun serta anak yang masih dalam kandungannya.

“Dari keterangan suaminya memang N sedang mengandung 3-4 bulan,” ujar Agus.

Tidak disangka ancaman itu benar-benar dilakukan oleh N. Perempuan ini awalnya meracuni bayinya menggunakan racun babi yang dicampur ke dalam botol susu anaknya itu.

Kemudian N pergi ke rumah suaminya di Kampung Atu Gogop untuk tujuan membakar mobil milik suaminya. Namun sebelum keluar rumah N ternyata juga membekali dirinya dengan racun babi yang sudah dicampur ke dalam kemasan botol minuman kopi.

Setelah pelaku melampiaskan kemarahannya dengan membakar satu unit mobil milik suaminya, N kemudian bunuh diri dengan menegak bekal minuman beracun yang dibawanya itu.

“Kalau kasus ini memang kita duga keras pelakunya adalah N. Jadi ini awalnya pembunuhan, dia meracuni anaknya, setelah itu melakukan pembakaran, lalu dia melakukan bunuh diri,” kata Agus.

Lebih lanjut terkait kemarahan pelaku N kepada suaminya hingga memicu semua peristiwa ini terjadi disebut karena suaminya itu tidak memenuhi permintaan N untuk tidur di rumahnya pada malam sebelum kejadian.

Diketahui pada malam itu suaminya tetap tidur di rumah istri pertamanya di Kampung Atu Gogop atau disebut Pulo Aceh.

“Setelah kita interogasi dan melakukan pemeriksaan kepada suami dari N dan juga istri pertama dari suaminya itu atas nama J, maka sekira pukul 21.00 WIB pelaku N ini ada meminta suaminya itu tidur di rumahnya, namun suaminya tidak bisa, disitulah terjadi cek cok. Ini motifnya yang kita dalami,” imbuhnya lagi.

Bagikan ke media sosial :