Gagal Nyalip Ibu dan Anak Tewas di Kolong Tronton

Seorang ibu dan anaknya yang bernama Sri Endang (35) dan Zaki (10) tewas mengenaskan setelah masuk ke kolong truk tronton di Jalan Yos Sudarso, Pontianak Barat, Kalimantan Barat, Senin, 9 Desember 2019.

Kapolsek Pontianak Barat Kompol Abdullah mengatakan, mobil tronton dengan nomor polisi KB 8606 QL yang dikendarai Puguh Trianto mengalami kecelakaan dengan sepeda motor Honda Vario KB 4140 OW yang dikendarai oleh Sri Endang bersama anaknya.

“Kejadian lakalantas tersebut di Jalan Komyos Sudarso, tepatnya depan Mako Lantamal XII Kelurahan Sungai Jawi Luar Kecamatan Pontianak Barat sekitar jam 17.00 WIB,” kata Kompol Abdullah.

Abdullah mengatakan Sri Endang merupakan penduduk Jalan Komyos Sudarso Gang Delima 2 Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat.

Abdullah menjelaskan kronologi kejadiannya. Pada saat itu mobil tronton yang dikendarai Puguh datang dari arah Pelabuhan Dwikora menuju pergudangan Gang Pisang. Memang waktu itu situasi lalu lintas dalam keadaan ramai tapi lancar.

“Pada saat sopir mobil tronton melihat ke spion sebelah kanan tidak ada kendaraan yang berusaha menyalip karena di depan Mako Lantamal XII ada traffic cone pembatas jalan. Namun, ketika melihat kaca spion sebelah kiri terlihat ada sepeda motor yang dikendarai ibu-ibu membonceng anak kecil berusaha menyalip dari sebelah kiri mobil tronton,” jelasnya.

Karena jalan yang sempit, motor tidak mendapat jalan dan di depannya ada pohon, sehingga korban mengerem mendadak lalu kendaraan oleng. Akibatnya, sepeda motor beserta pengendaranya terjatuh dan masuk ke kolong mobil tronton.

“Pada saat kejadian, sopir tronton ada mendengar suara letusan di bagian belakang sebelah kiri mobilnya sehingga berhenti dan turun untuk melihat apa yang terjadi. Setelah turun ternyata ada dua orang, wanita dewasa dan anak laki-laki yang sudah terlindas sehingga menyebabkan kepala kedua korban pecah,” ujarnya.

Setelah kejadian, sopir mobil tronton langsung diamankan oleh petugas piket POM AL sebagai upaya menyelamatkannya dari amuk massa yang beranggapan bahwa sopir mobil tronton akan melarikan diri.

“Setelah selesa di interogasi sopir tronton baru diserahkan pada pihak piket Laka Lantas Polresta Pontianak Kota dipimpin oleh Bripka Hadi Kartono bersama dua personelnya,” kata Abdullah.

Bagikan ke media sosial :