Baru Saja Bebas, Bahar bin Smith Kembali Dijemput Masuk Tahanan

Baru Saja Bebas, Bahar bin Smith Kembali Dijemput Masuk Tahanan

Mantan terpidana kasus kekerasan terhadap anak, Habib Bahar bin Smith kembali ditangkap Polisi. Penangkapan itu diduga karena Bahar mengundang massa saat berceramah dan tidak mematuhi physical distancing di hari dia bebas pada Sabtu semalam (16/5).

Kabar penangkapan Bahar juga dibenarkan oleh Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif. Dia mengatakan Bahar ditangkap subuh sekitar pukul 03.30 WIB, Selasa (19/2).

“Ya saya barusan jam 03.30 dapat kabar dari santrinya,” kata Slamet kepada wartawan, Selasa (19/5).

Slamet belum mau memberikan penjelasan secara rinci mengapa Bahar kembali ditangkap meski baru bebas berkat asimilasi.

“Saya mau tanya ke pengacara pagi ini,” ucap Slamet.

Imam Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Habib Muchsin Alatas sempat mengunggah status berisi pesan singkat dari Bahar mengenai peristiwa penangkapannya. Bahar mengaku menulis pesan itu saat berada dalam perjalanan menuju lapas.

Dalam pesan singkat, Bahar mengaku dijemput pada pukul 02.00 WIB untuk kembali dimasukkan ke dalam tahanan. Dia tidak dibawa ke Lapas Pondok Rajeg, Cibinong, tempat sebelumnya ia menjalani masa hukuman, akan tetapi ke Lapas Gunung Sindur.

“Karena ceramah saya waktu malam saya bebas,” kata Bahar lewat pesan singkat yang diunggah Habib Muchsin Alatas.

Pihak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) belum memberikan pernyataan mengenai penangkapan ini.

Diketahui, Bahar bin Smith sudah dibebaskan dari Lapas Pondok Rajeg pada Sabtu lalu (16/5). Dia bebas dari tahanan dengan dijemput oleh pengacara Aziz Yanuar dan Ketua PA 212 Slamet Maarif dan beberapa orang lainnya.

Kemudian Bahar langsung menuju kediamannya di Pondok Pesantren Tajul Aliwiyin kawasan Kampung Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kedatangannya disambut oleh banyak orang. Terutama oleh para santri yang selama ini menuntut ilmu pada pondok pesantrennya.

Mereka yang menyambut Bahar tidak mematuhi peraturan physical distancing di tengah pandemi virus corona. Kelihatan tidak ada yang menjaga jarak satu sama lain.

Bahar lantas mendapat peringatan dari petugas pemasyarakatan karena menggelar kegiatan di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Kemang, Kabupaten Bogor, setelah bebas bersyarat melalui program asimilasi. Menurutnya itu melanggar ketetapan mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Setelah kejadian itu maka saya perintahkan petugas (pemasyarakatan) untuk menelepon yang bersangkutan. Mengingatkan bahwa bagaimana pencegahan Covid-19 saat masa PSBB, jadi tidak boleh mengumpulkan massa yang banyak,” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Abdul Aris, Senin (18/5).

Aris mengaku sudah mengingatkan Bahar agar tidak mengadakan kegiatan yang mengundang massa di pondok pesantrennya. Selain itu, Bahar juga telah diminta untuk mengimbau para jemaahnya agar turut membantu pencegahan Covid-19.

“Ya melanggar khusus secara administratif, karena PSBB kan tidak boleh mengumpulkan massa. Kami mengingatkan supaya tidak diulang lagi,” kata dia.

Namun kemudian pada malam harinya, Bahar justru menggelar kegiatan yang mengundang banyak orang. Dia menyampaikan ceramah. Jumlah orang yang datang malahan jauh lebih banyak. Mereka juga tidak menjaga jarak satu sama lain.

Seperti diketahui, dahulu Bahar menjalani hukuman penjara berdasarkan vonis vonis tiga tahun penjara serta denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan oleh Pengadilan Negeri Bandung. Bahar dinyatakan bersalah dalam kasus penganiayaan terhadap dua remaja pesantren.

Bagikan ke media sosial :

1 Trackback / Pingback

  1. Bahar bin Smith Dipindahkan ke Penjara Nusa Kambangan | INDOVIRAL

Komentar ditutup.